Total Tayangan Halaman

Rabu, 27 Mei 2015

hening

"din... din... dinda..." panggil seseorang disebrang jalan.
aku masih saja melangkahkan kaki, sedikit menjauh dari arah suara yang sejak tadi memenuhi rongga telingaku. aku masih berusaha menghalau segalanya, aku merasa itu hanyalah maya yang takkan jadi nyata. aku masih menelusuri jalan di sisi taman kota yang ada di dekat kampusku. pandanganku semakin menjauh, bahkan ku rasa aku tak lagi mampu menangkap bayang orang-orang di sekelilingku.
"entahlah, apa yang sedang terjadi? kenapa suara itu masih mengusikku? setelah 2 tahun aku tak pernah mendengar kabarnya, ataupun mendengar suaranya. lalu kenapa hari ini, ia harus kembali mengusikku?"
penat dan benar-benar penat. persinggahan hatiku, telah lama terasa kosong dan begitu hening. ku jatuhkan tubuhku diatas kursi taman disisi kiriku.
***
rasanya di hadirkan kembali dalam nuansa itu sanggup membuat ahati ini perih. masih begitu jelas rasa yang dulu ku upayakan tersimpan dalam relungnya. meski sesak, dan aku hanya bernari mengungkapnya dalam hening. bahkan setelah waktu menyeret masa yang kian dekat, aku masih seorang diri dengan rasaku. kak andai aja kamu tahu apa yang ku rasakan, saat kau dengan begitu lugasnya mengungkapkan hal itu padaku. tak ada ragu apalagi sesal di matamu, yang ada hanyalah cahaya kebahagiaan. "din, kak ra boleh minta tolong?" katamu sore itu, "ia kak, mau minta tolong apa?" tanyaku balik sambil menahan gejolak jiwaku. ya hari itu, rasa yang selama ini ku simpan seolah tak lagi sabar tuk berdiam diri. bahasa tubuhku, tak juga kau mengerti. nampaknya berita yang kau bawa begitu membahagiakan hingga tak lagi sempat melihat seseorang di sisimu yang tengah berjuang dengan rasanya.
"din, kenal billa? din tau kak ra, udah ngelamar dia..." sekujur tubuhku seolah bergetar hebat, hatiku terasa begitu sakit, amat sakit malah. dia yang selama ini mengusik hariku, dia yang selalu menyebut namanya dengan kak ra, tiba-tiba menghantamku dengan teramat.... Ya Allah apa aku sehebat tu, menyembunyikan rasaku.? hingga ia tak jua mengerti? aku hanya terdiam, mengalihkan pandanganku darinya, dan dia masih sibuk menata senyum diwajahnya. "din mau kan tolongin kak ra? kak ra gak tau Billa suka apa? din kan sekelas ma dia, din juga dekat ma billa. jadi din pasti tau dong apa aja yang dia suka? " aku hanya menganggukkan kepalaku, ya billa memang teman dekatku, namun dia juga gaktau sama sekali kalau aku pun menyimpan rasa itu pada sosok kak ra. "bisa gak, din atur acara dinner kak ra ma dia?"

Senin, 18 Mei 2015

Rasa Itu,... Begitu Hening

Sekian waktu terlampaui begitu saja,. terdiam dalam keasingan yang nyata. tanpa sua, tanpa celah tuk mengungkap rasa. hati ini,... masih ku upayakan untuk terkunci, meski gejolaknya masih teramat mengguncahkan jiwa namun tetap ku harapkan rasa itu, tersimpan dalam diam,. rasa itu, berbisik dalam keheningan jiwa,. dan rasa itu akan selalu mengalirkan embun-embun bening dalam ke sederhanaannya :)

Selasa, 28 April 2015

Bersabarlah




bersabarlah....
meski menunggu ditempat yang lain
tetapi kita masih dengan masalah masing-masing
semoga setiap masalah bisa mudah
segala yang berat menjadi ringan
dan takkan ada yang tertukar

bila Allah telah meridhai akan takdir-NYA
jangan menyerah untuk sebuah halangan
karena adanya halangan
untuk dikalahkan :)

#yang jauh terasa dekat
yang #dekat terasa jauh
yang berjarak seolah tak #terpisah
yang terpisah seolah #terikat ;)


#edisi_pelangi_senja
bukan perpisahan yang membuatnya tersakiti
bukan pula sakit yang membuatnya menangis
tak juga luka yang mengalirkan airmata
atau duka yang membuatnya mengeras bagai batu

namun ketiadaan atas "rasa" yang membuat jiwa terjerat dalam kegundahan :)

Minggu, 26 April 2015

jaraknya :')

jika boleh ku katakan dengan jujur,... aku sangat merindukan hadirmu, merindukan setiap katamu,. ya aku cukup merindukan setiap kepingan adegan yang telah kita lalui,.

bukan sebuah kisah yang selalu manis memang, namun sebuah cerita ang terjain dalam kebisuan. entahlah makna apa yang kan diungkapnya.

pilihan itu selalu ada, jika engkaupun memilih mematrikan langkah tanpa sebuah ikatan, lantas apa yang dapat ku harapkan?? tak ada yang dapat menjamin siapakah yang kan mencuri hatimu? masihkah mereka yang ada disini ataukah mereka yang akan segera kau temui dibelahan bumi yang berbeda? entahlah...

yang jelas langkah yang kian menjauh akan membawa jarak yang lebih jauh, entah akan berakhir dalam ikatan yang mana,. sekian bulan segalanya kusimpan dalam jarak yang dekat,. jika harus kembali tersimpan dalam jarak yang lebih jauh,. insyaAllah akan jauh lebih mudah... penantiannya akan terasa indah saat jiwa kita saling terpaut dalam penantian yang sama

Sabtu, 25 April 2015

Senandung Rindu

Entahlah harus ku mulai dari mana? segala rasa dan rindu ini seolah melumpuhkan setiap adengan yang selama ini ku upayakan. bagian bagian dari kisah yang ku urai dalama imajiku, bahkan tak mampu ku tuntaskan karena rasaku yang ternyata tak mencapai batasannya.

rasa itu terbingkis dalam diri, merasuk dalam jiwa dan terperangkap dalam kesendirian, ternyata kisah itu terasingkan dalam jalannya. entahlah bahkan aku pun tak sanggup menguntai makna dari kedalaman jiwaku,, ada rindu dan ada benci yang hadir di waktu yang sama.

kau terlampau pandai Rayhan hingga membuat Dinda tak berkutik menguraikan kisahnya,. terhenti saat jalan yang kita tulis ternyata harus memisahkan kita. dan akibat dari kisah yang ku tuliskan, rasa itu benar benar lenyap seolah tanpa bekasnya. namun nyatanya ada rasa kehilangan yang teramat, dibelahan jiwaku adasepi yang terasa :'(

Di Perbatasan Waktu



Diperbatasan waktu, kita merangkai kata
Mencoba menembus angan menerjang dimensi yang ada
Bergulir dan melintasi segala rotasi yang tak lagi sama
Terbenam dalam rasa yang hanya tersimpan dalam kesepian jiwa.

Sendiri tanpa mampu mengungkap
Menenggelamkan rasa dalam irama yang berbeda
Sudahlah,... ku coba menopang rindu ini seorang diri
Berirama dalam masa yang tak sama